Tampilkan postingan dengan label ESAI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ESAI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2013

Botol air minum dan Tas kecil berwarna pink



Jika kamu bertanya benda apa yang selalu ada didalam tasku?, maka aku akan menjawab, “Botol air minum dan sebuah tas kecil berwarna pink.” Mungkin kamu akan bertanya lagi, Mengapa dua benda itu selalu ada didalam tasku?. Baiklah,aku akan ceritakan.

Botol air minum dan tas kecil berwarna pink adalah dua benda yang selalu kubawa kemana-mana,yang harus selalu ada didalam tasku. Mungkin saya bisa lupa membawa dompet atau handphone tapi saya tidak pernah lupa membawa kedua benda itu.

Botol air minumku yang sekarang bukanlah yang pertama kali kumiliki. Sebab yang pertama itu sudah rusak. Tutupnya longgar dan bocor karena sering jatuh. Sekarang saya punya botol air minum yang baru. Pacarku membelikannya. Saya surprise sekali waktu dia memberikannya. Botol itu simple, bahannya plastik berwarna bening, tutupnya berwarna oranye, tingginya sekitar 20 sentimeter. Karena bahannya plastik, botol airku itu tidak mudah pecah dan bocor. Saya sangat menjaganya supaya tidak jatuh atau hilang.

Botol air minum menjadi salah satu benda yang sangat penting buatku. Sejak saya sakit dan mengkonsumsi obat setiap hari,saya terbiasa membawa botol air. Malah sampai sekarang,saya masih tetap membawa botol air minum kemana-mana. Selain karena kondisi tubuhku yang masih sering sakit, air bagiku memberi energi kalau tubuh lagi capek sehingga saya sangat membutuhkannya. Dengan membawanya,saya jadi tak perlu khawatir kalau sakit dijalan. Pun bisa lebih berhemat karena tak perlu membeli air.

Seorang teman pernah meledekku,dia bilang,”sukanya bawa botol air minum,kayak anak TK saja.” Saya cuek saja,bilang,” Biar mi deh.” Memang tidak banyak orang yang biasa membawa botol air kemana-mana. Tapi bagiku air bukan hanya soal melepas dahaga tapi juga sebagai hal yang sangat membantu kondisi tubuhku yang sering sakit. Pacarku juga sempat merasa heran. Baginya,saya adalah perempuan satu-satunya yang pernah dia temui yang suka membawa botol air minum. Dia bahkan pernah bertanya,”kalau nanti kita’ sudah berkeluarga dan punya anak,masih bawa ki’ botol air kemana-mana?” Dengan tersenyum yakin kujawab,”Iye’.”

Benda yang juga sangat penting buatku adalah tas kecil berwarna pink. Mengapa? Tas kecil berwarna pink berisi barang-barang yang sangat kubutuhkan. Disana ada minyak kayu putih, freshcare, masker penutup mulut bergambar kerokeroppi, vitamin C, tissue basah, pemotong kuku, nuvo hand sanitizer,  hansaplast, autan, paracetamol, parfum she, dan flashdisk 2 giga. Tasku itu ukuran memang kecil, panjangnya sekitar 21 sentimeter dan lebarnya sekitar 12 sentimeter, berwarna pink terang dibagian depannya dan warna hitam dibagian belakangnya, memiliki resleting diatasnya dan tali pemegang disampingnya. Meskipun kecil, tapi ia bisa menampung barang-barang sebanyak itu. 

Barang-barang didalam tas kecilku memang bukan barang-barang yang mahal dan bermerk tapi mereka sangat berguna bagiku. Minyak kayu putih selalu menolong saat saya masuk angin dan kedinginan. Freshcare kupakai kalau pusing atau sebagai aroma therary. Masker penutup mulut menghindarkaku dari debu dan polusi udara. Tissue basah kugunakan untuk menghapus keringat. Dan barang-barang lainnya yang tak boleh ketinggalan harus ada setiap saya bepergian.

Sebenarnya beberapa barang-barang tersebut juga selalu ada didekatku. Tidak hanya sering kubawa pada saat bepergian. Misalnya minyak kayu putih dan freshcare. Kedua benda itu selalu kusimpan disamping bantalku. Karena keduanya sangat membantu kalau saya tiba-tiba demam dan kedinginan atau pada saat saya pusing dan pegal-pegal. Ya,berhubung kondisi badan saya yang memang gampang sakit sehingga saya harus menyediakan kedua benda itu didekatku.

Kadang teman-temanku pun heran melihatku banyak membawa barang-barang lengkap begitu. Tapi ya kujelaskan saja kalau semua barang itu sangat penting buatku. Saya sangat membutuhkannya. Malah kalau ada barang yang mereka butuhkan, mereka bertanya ke saya,”Tam,ada pemotong kuku ta’? pinjam ka dulue.” Atau kalau mereka berkeringat, mereka meminta tissue basah. Kalau mereka pusing, mereka memakai freshcare yang kubawa. Pun barang lainnya seperti parfum atau flasdisk jika mereka membutuhkannya. Dan karena memang barang-barang itu selalu kubawa,maka pasti akan kupinjamkan.

Tas kecil berwarna pink milikku itu seperti kotak P3K. Isinya banyak keperluan untuk orang sakit. Bukan hanya berguna untuk diri saya sendiri tapi juga untuk orang lain. Saya senang membawanya. Saya senang memilikinya. Kalau salah satunya tidak ada,saya akan berusaha untuk membelinya. Sehingga semuanya lengkap dan saya tak perlu merasa khawatir lagi.

Botol air minum dan tas kecil berwarna pink adalah dua benda yang selalu berada didekatku. Keduanya sangat penting bagiku. Saya sangat bergantung dengan kedua benda tersebut. Kedua benda itu sangat kubutuhkan dan berguna sekali. Tanpa membawanya saya merasa ada yang kurang dan akan cemas. Mungkin karena saya sudah terbiasa selama bertahun-tahun membawanya. Apalagi saat saya terserang sakit,saya harus mengantisipasi segala sesuatunya sehingga kedua benda tersebut tak boleh tidak ada didalam tasku saat bepergian. Baik itu ke kampus, ke kantor, keluar daerah, jalan-jalan, dan kemanapun juga.

Andai saja botol air minum dan tak kecil berwarna pink milikku itu bisa mendengar. Saya ingin sekali mengucapkan Terima kasih kepada mereka yang sudah menjadi teman setia yang selalu menemani dan menolongku.

Nah,sekarang kamu sudah tahu kan alasan mengapa botol air minum dan tas kecil berwarna pink menjadi benda yang selalu ada didalam tasku. Mungkin bagimu itu hal yang biasa saja tapi bagiku kedua benda itu tidak bisa terpisahkan didalam hidupku.


Ruang tengah rumahku di Jum’at sore yang terik, Maret 2013

Jumat, 02 Maret 2012

Aku, Kampus merah dan Tepi danau Unhas


aku rindu berjalan pulang meninggalkan Aula Baharuddin Lopa setelah mendapat kuliah sore dari seorang Profesor Hukum Perdata.
biasanya aku akan menuju kantin Bude menyantap mie pangsitnya yang enak. atau membeli susu Ultra dan choki-choki di warung ibu Sanni.
tapi hari itu aku ingin berjalanjalan. menyusuri halaman kampus merah yang diteduhi pohonpohon besar nan rindang. menyaksikan petepete yang menyemut di depan fakultasfakultas. 

didepan PKM, aku mampir menonton permainan basket. aku jadi ingat, di SMP dulu, aku senang sekali bermain basket hujanhujan bersama Dewi Sartika dan Putri Christina, sahabatsahabatku. lalu esoknya kamipun sakit dan terpaksa masuk kelas dengan suara sengau dan hidung meler karena ada ujian Bahasa Inggris. 

diufuk barat, mentari perlahan terbenam. menyeruak jingga memantul tajam pada tembok berbatu tempat Mapala berlatih memanjat.
langkahku berlanjut menuju tepi danau Unhas. disana tempat kami berkumpul. menyiapkan naskah untuk sebuah pementasan atau untuk malam Inagurasi. berlatih berharihari. belajar. berdiskusi. disana, kami mengurai kekecewaan karena ada yang terlambat datang, belum hapal naskah, tidak fokus latihan, hingga candaan kelewat batas yang membuat kami kehilangan satu teman, satu karakter, satu peran. 

kenangan itu bagai siluet yang terus berbayang dalam ingatan.
kenangan kampus merah yang memberiku temanteman terbaik yang suka nitip absen, dibuatkan tugas tapi dengan senang hati menjadi pendengar yang baik ketika aku dirundung patah hati.
kenangan pada temanteman Insan Seni yang mengenalkanku pada puisi dan teater. pada sorot lampu. pada musik intro. pada katakata, "cut n' action.". juga terlebih pada arti persahabatan, tanggungjawab dan pilihanpilihan hidup. 
kenangan ruangruang kelas yang menyadarkanku betapa berharganya sebuah ilmu pengetahuan. betapa dosendosen hukum penuh dengan tampilannya masingmasing. memancing keisengan kami menamai mereka, "dosen fotokopi, dosen OHP, dosen makalah, dosen paccarita, dosen baca buku..dan lain lain." dan sialnya, aku selalu ditunjuk beramai-ramai oleh temanteman menjadi ketua kelas. menjadi paling hilir mudik karena dosendosen ajaib itu. 
kenangan itu bergelayut indah menyemai seperti gerimis yang menyambutku setiba di rumah.

harihari berikutnya, setelah Yudisium dan memakai toga bersama ratusan mahasiswa lainnya dengan tambahan dua huruf dibelakang nama, aku masih memiliki kenangan itu. menggenggamnya setiap saat memasuki halaman parkir fakultas hukum, melewati tepi danau Unhas yang semakin terlihat dingin. merangkainya ketika aku menghabiskan petang bersama Jingga dan semangkuk es poteng. ketika suarasuara itu memanggilku untuk merumput membaca puisipuisi cinta yang kukirimkan lewat angin, desau jangkrik dan bintangbintang yang memelukku dalam rindu..


Home, 2 Maret 2012

Senin, 27 Februari 2012

Diary Impian


Hari ini pertama kalinya ke desa tabo-tabo tepatnya di kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Akhirnya bisa merasakan kembali aroma sejuk pagi dan keindahan alam yang menakjubkan. Meski tidur “ayam-ayam” (semenit tidur semenit kemudian terbangun…begitu terus berulang-ulang) tapi pengalaman yang tak terkira ini sanggup membuatku terjaga dan tersenyum lebar menikmati lukisan Tuhan di bumi tabo-tabo. Kamu juga pasti akan suka jika mengunjungi tempat ini. Kamu bisa belajar banyak hal disini. Kamu akan tau bagaimana cara memasak menggunakan kayu bakar, merasakan serunya mandi di sungai, merakyatnya tidur di atas tikar, menyaksikan kebebasan ternak, mamalia dan serangga yang hidup berdampingan, bagaimana kicau burung terdengar seperti lagu perjuangan, kamu juga akan melihat wajah-wajah pribumi yang gigih menebas kebekuan fajar tuk bekerja demi hidup anak istri, dan tak lupa berkenalan dengan gadis-gadis polos yang tak hanya ramah tapi juga sangat telaten mengerjakan persoalan dapur.
Jadi tidak sabar untuk mewujudkan impian terbesarku. Around the World...Mengelilingi dunia….keren kan..!!. Aku ingin mengunjungi gurun sahara, melihat kristal-kristal pasir yang bertiup di sapa angin, menemukan oasis layaknya sang musafir, menunggangi unta sambil meneriakkan ”ALLAHU AKBAR...ALLAH MAHA BESAR...”. Aku juga ingin ke negeri Paman Sam, benua temuan Colombus. Disana aku ingin bertemu dengan Oprah Winfrey dan mempelajari kiat suksesnya menjadi inspiring woman, aku juga akan mengunjungi peradilan Amerika dan menyaksikan secara nyata bagaimana sistem common law diterapkan disana. Tak lupa pula, aku pasti akan berusaha mati-matian mengajak Keanu Reaves untuk dinner bersamaku. So sweet...!!
Setelah Amerika, aku ingin ke tanah Eropa, disana aku akan berfoto dengan para seniman jalanan yang ada diseluruh sudut kota, mengunjungi rumah kenangan Sheakespeare, bermain dengan bola-bola salju, melihat Eiffeel, Pisa, Big Ben, Golden Gate, sampai Stadion Old Traford-Markas Besar Raksasa Sepakbola Inggris MU, tak lupa juga aku akan berbelanja souvenir cantik sebagai oleh-oleh buat orang-orang tersayang.
Akhirnya aku tiba di negeri Cina. Disana aku pasti akan datang ke Great Wall..Tembok Besar Cina....berjalan puluhan ribu kilometer dan  meresapi makna terdalam pendirian bangunan tersebut. Aku juga akan cari tau kenapa Cina yang menjadi negara berpenduduk paling padat di dunia mampu menjadi negara paling potensial dalam melahirkan atlet-atlet hebat dan membawa harum nama Bangsanya di dunia Internasional. Akupun akan ke Jepang dan Hongkong....menyaksikan bagaimana kedua negara itu berkembang dengan sistem glokalisasi-nya yang brilian. Aku akan memotret anak-anak muda Jepang yang futuristik ala harajuku style yang menjadi kiblat fasion masa kini. Tak hanya itu, potret budaya Jepang yang khas dan senantiasa eksist akan menjadi koleksi terbaruku. Dan di Hongkong, tak lupa aku akan mengitari jalan-jalan dimalam hari untuk melihat dari kejauhan keindahan lampu-lampu gedung yang bersinar menawan.
Tak sampai disitu saja. Aku ingin juga berkunjung ke Laut Mati di Antartika. Aku akan merasakan untuk pertama kalinya, mengapung di atas air tanpa harus pandai berenang. Akupun akan ke Negeri Eskimo dan tinggal di dalam iglo untuk beberapa hari. Belajar berburu dan menangkap ikan.
Aku juga akan ke Pulau kecil nan indah, Madagaskar, menyelami Bunaken, memancing di Laut Jawa, bertamasya ke Belitong....tempat lahirnya kisah Laskar Pelangi, menyatu dengan alam di hutan Kalimantan, menyaksikan kehidupan alami manusia Asmat, hingga kembali menjelajahi daratan terpencil di Pulau Juku Eja, Sulawesi Selatan.
Seperti sekarang, aku berada di desa tabo-tabo. Sebuah perjalanan panjang tuk akhirnya ada disini.
Dan sekarang bagaimana denganmu? apa kamu punya mimpi? seperti apa?...semoga hal itu selalu terpatri dalam benakmu. Dan suatu hari nanti, kamu akan meraihnya.
Kita sama-sama berjuang ya, kawan....  





Tabo-tabo,Pangkep,
10 Mei 2009